Sunday, April 21, 2013

Kesehatan mental wanita 3


Menopause
Pengertian Menopause
Menopause adalah suatu tahap dalam kehidupan seorang wanita dimana periode menstruasinya berhenti secara permanen. Menopause merupakan proses alami bagi setiap perempuan. Biasanya perempuan mengalami menopause antara usia 48-55 tahun.
Penyebab utama dari menopause adalah perubahan hormon pada tubuh, perubahan ini berbeda-beda pada setiap  wanita. Oleh karena itu, ada beberapa wanita yang mengalami menopause pada usia yang tepat sementara wanita yang lain tidak.
Biasanya, pada waktu menopause yang normal atau yang terjadi lebih awal, tubuh wanita mengalami serangkaian perubahan hormonal dan wanita lebih berisiko terkena penyakit jantung, kanker payudara dan sebagainya. Dengan terlambat Menopause, tubuh seorang wanita mempertahankan kadar estrogen dan progesteron (hormon wanita) yang lebih tinggi dan yang mengurangi risiko terkena kanker payudara, kanker serviks dan penyakit jantung lainnya.

Hal-hal yang Menyebabkan Menopause
Ada dua hormon wanita utama yang memungkinkan setiap wanita mengalami masa menstruasi dan hamil, yaitu estrogen dan progesteron. Obesitas dianggap menjadi salah satu alasan penyebab terlambat menopause. Hasil dari sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki berat badan berlebih memiliki kecenderungan untuk mengalami terlambat menopause. Hal ini karena kelebihan berat badan dapat menggeser siklus hormonal dan memicu tubuh untuk memproduksi hormon lebih banyak. Dengan demikian, memungkinkan wanita untuk mempertahankan tingkat hormon estrogen dan progesteron yang tinggi, sehingga menopause menjadi terlambat.
Fibroid rahim adalah tumor(bukan kanker) jinak tidak yang paling umum terjadi pada wanita. Pertumbuhan fibroid ini tergantung pada kadar estrogen dan progesteron. Pertumbuhan fibroid rahim dapat dihambat karena tingginya tingkat hormon-hormon ini, maka tubuh kita terus memproduksi mereka untuk menghambat pertumbuhan tumor. Itulah sebabnya tingkat hormon menjadi tinggi dan menyebabkan menopause terlambat.

C. Menstruasi
Siklus haid secara ideal teratur setiap bulan dengan rentang waktu antara 21 sampai 35 hari setiap kali periode haid. Dengan siklus haid yang normal, secara fisiologis menggambarkan, organ reproduksi cenderung sehat dan tak bermasalah. Sistem hormonalnya baik, ditunjukkan dengan sel telur yang terus diproduksi dan siklus haidnya teratur. Intinya, secara kasat mata diyakini dalam kondisi sehat. Sehingga, dengan siklus normal ini, ibu akan lebih mudah mendapatkan kehamilan, menata rutinitas, menghitung masa subur, dan lainnya.
Pada kenyataannya, tak semua perempuan memiliki siklus haid yang normal. Banyak diantara mereka yang siklus haidnya tidak teratur, yakni siklusnya tidak memiliki pola tertentu. Mungkin pada awalnya siklus haid lebih dari 35 hari, namun kemudian akan timbul perdarahan haid di luar siklus haid normal. Misal, siklusnya semula 35-40 hari, tetapi bulan berikutnya bisa tidak haid selama 3 bulan. Di sisi lain, ada pula yang dalam sebulan bisa mengalami haid lebih dari sekali. Contoh, bulan ini haid terjadi tanggal 10, kemudian datang lagi pada tanggal 25 di bulan yang sama. Haid yang berlangsung kurang dari 21 hari dikategorikan siklus haid yang pendek.
Baik siklus pendek maupun panjang, sama-sama menunjukkan ketidaknormalan pada sistem metabolisme dan hormonal. Dampaknya pun sama, yaitu jadi lebih sulit hamil. Pada siklus pendek, mengalami “unovulasi” karena sel telur tidak terlalu matang sehingga sulit untuk dibuahi. Pada siklus panjang, hal ini menandakan sel telur jarang sekali diproduksi atau ibu mengalami ketidaksuburan yang cukup panjang. Jika sel telur jarang diproduksi berarti pembuahan akan sangat jarang terjadi. Padahal, haid merupakan tanda kalau ibu sedang subur.
Ketidakteraturan haid ini pun membuat ibu sulit mencari kapan masa subur dan tidak. Seharusnya, jika haid teratur, masa subur dapat ditemukan dengan mudah. Contoh, jika siklusnya 30 hari, maka masa subur diperkirakan 16 hari setelah hari pertama haid. Berbeda dengan siklus panjang dan pendek, sulit sekali menghitung masa subur karena tak ada rumus yang dapat digunakan.

Beberapa Penyebab terganggunya Siklus Haid
Banyak penyebab kenapa siklus haid menjadi panjang atau sebaliknya, pendek. Namun, penanganan kasus dengan siklus haid yang tidak normal, tak berdasarkan kepada panjang atau pendeknya sebuah siklus haid, melainkan berdasarkan kelainan yang dijumpai. Penanganan dilakukan oleh dokter berdasarkan penyebabnya.
ü  Fungsi Hormon Terganggu
Haid terkait erat dengan sistem hormon yang diatur di otak, tepatnya di kelenjar hipofisa. Sistem hormonal ini akan mengirim sinyal ke indung telur untuk memproduksi sel telur. Bila sistem pengaturan ini terganggu, otomatis siklus haid pun akan terganggu.
ü  Kelainan Sistemik
Ada ibu yang tubuhnya sangat gemuk atau kurus. Hal ini bisa memengaruhi siklus haidnya karena sistem metabolisme di dalam tubuhnya tak bekerja dengan baik. Atau ibu menderita penyakit diabetes, juga akan memengaruhi sistem metabolisme ibu sehingga siklus haidnya pun tak teratur.
ü  Stres
Stres jangan dianggap enteng sebab akan mengganggu sistem metabolisme di dalam tubuh. Bisa saja karena stres, si ibu jadi mudah lelah, berat badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan, sehingga metabolismenya terganggu. Bila metabolisme terganggu, siklus haid pun ikut terganggu.
ü  Kelenjar Gondok
Terganggunya fungsi kelenjar gondok/tiroid juga bisa menjadi penyebab tak teraturnya siklus haid. Gangguan bisa berupa produksi kelenjar gondok yang terlalu tinggi (hipertiroid) maupun terlalu rendah (hipotiroid). Pasalnya, sistem hormonal tubuh ikut terganggu.
ü  Hormon Prolaktin Berlebihan
Pada ibu menyusui, produksi hormon prolaktinnya cukup tinggi. Hormon prolaktin ini sering kali membuat ibu tak kunjung haid karena memang hormon ini menekan tingkat kesuburan ibu. Pada kasus ini tak masalah, justru sangat baik untuk memberikan kesempatan pada ibu guna memelihara organ reproduksinya. Sebaliknya, jika tidak sedang menyusui, hormon prolaktin juga bisa tinggi, biasanya disebabkan kelainan pada kelenjar hipofisis yang terletak di dalam kepala.

No comments:

Post a Comment

footer