Menopause
Pengertian
Menopause
Menopause
adalah suatu tahap dalam kehidupan seorang wanita dimana periode menstruasinya
berhenti secara permanen. Menopause merupakan proses alami bagi setiap
perempuan. Biasanya perempuan mengalami menopause antara usia 48-55 tahun.
Penyebab
utama dari menopause adalah perubahan hormon pada tubuh, perubahan ini
berbeda-beda pada setiap wanita. Oleh karena itu, ada beberapa wanita
yang mengalami menopause pada usia yang tepat sementara wanita yang lain tidak.
Biasanya,
pada waktu menopause yang normal atau yang terjadi lebih awal, tubuh wanita
mengalami serangkaian perubahan hormonal dan wanita lebih berisiko terkena penyakit
jantung, kanker payudara dan sebagainya. Dengan terlambat Menopause, tubuh
seorang wanita mempertahankan kadar estrogen dan progesteron (hormon wanita)
yang lebih tinggi dan yang mengurangi risiko terkena kanker payudara, kanker
serviks dan penyakit jantung lainnya.
Hal-hal
yang Menyebabkan Menopause
Ada
dua hormon wanita utama yang memungkinkan setiap wanita mengalami masa
menstruasi dan hamil, yaitu estrogen dan progesteron. Obesitas dianggap menjadi
salah satu alasan penyebab terlambat menopause. Hasil dari sebuah penelitian
terbaru menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki berat badan berlebih memiliki
kecenderungan untuk mengalami terlambat menopause. Hal ini karena kelebihan
berat badan dapat menggeser siklus hormonal dan memicu tubuh untuk memproduksi
hormon lebih banyak. Dengan demikian, memungkinkan wanita untuk mempertahankan
tingkat hormon estrogen dan progesteron yang tinggi, sehingga menopause menjadi
terlambat.
Fibroid
rahim adalah tumor(bukan kanker) jinak tidak yang paling umum terjadi pada
wanita. Pertumbuhan fibroid ini tergantung pada kadar estrogen dan progesteron.
Pertumbuhan fibroid rahim dapat dihambat karena tingginya tingkat hormon-hormon
ini, maka tubuh kita terus memproduksi mereka untuk menghambat pertumbuhan
tumor. Itulah sebabnya tingkat hormon menjadi tinggi dan menyebabkan menopause
terlambat.
C. Menstruasi
Siklus haid secara ideal teratur setiap bulan
dengan rentang waktu antara 21 sampai 35 hari setiap kali periode haid. Dengan
siklus haid yang normal, secara fisiologis menggambarkan, organ reproduksi
cenderung sehat dan tak bermasalah. Sistem hormonalnya baik, ditunjukkan dengan
sel telur yang terus diproduksi dan siklus haidnya teratur. Intinya, secara
kasat mata diyakini dalam kondisi sehat. Sehingga, dengan siklus normal ini,
ibu akan lebih mudah mendapatkan kehamilan, menata rutinitas, menghitung masa
subur, dan lainnya.
Pada kenyataannya, tak semua perempuan memiliki
siklus haid yang normal. Banyak diantara mereka yang siklus haidnya tidak teratur,
yakni siklusnya tidak memiliki pola tertentu. Mungkin pada awalnya siklus haid
lebih dari 35 hari, namun kemudian akan timbul perdarahan haid di luar siklus
haid normal. Misal, siklusnya
semula 35-40 hari, tetapi bulan berikutnya bisa tidak haid selama 3 bulan. Di
sisi lain, ada pula yang dalam sebulan bisa mengalami haid lebih dari sekali.
Contoh, bulan ini haid terjadi tanggal 10, kemudian datang lagi pada tanggal 25
di bulan yang sama. Haid yang berlangsung kurang dari 21 hari dikategorikan siklus
haid yang pendek.
Baik siklus pendek
maupun panjang, sama-sama menunjukkan ketidaknormalan pada sistem metabolisme
dan hormonal. Dampaknya pun sama, yaitu jadi lebih sulit hamil. Pada siklus
pendek, mengalami “unovulasi” karena sel telur tidak terlalu matang sehingga sulit
untuk dibuahi. Pada siklus panjang, hal ini menandakan sel telur jarang sekali
diproduksi atau ibu mengalami ketidaksuburan yang cukup panjang. Jika sel telur
jarang diproduksi berarti pembuahan akan sangat jarang terjadi. Padahal, haid
merupakan tanda kalau ibu sedang subur.
Ketidakteraturan
haid ini pun membuat ibu sulit mencari kapan masa subur dan tidak. Seharusnya,
jika haid teratur, masa subur dapat ditemukan dengan mudah. Contoh, jika
siklusnya 30 hari, maka masa subur diperkirakan 16 hari setelah hari pertama
haid. Berbeda dengan siklus panjang dan pendek, sulit sekali menghitung masa
subur karena tak ada rumus yang dapat digunakan.
Beberapa Penyebab terganggunya Siklus Haid
Banyak penyebab kenapa siklus haid menjadi
panjang atau sebaliknya, pendek. Namun, penanganan kasus dengan siklus haid
yang tidak normal, tak berdasarkan kepada panjang atau pendeknya sebuah siklus
haid, melainkan berdasarkan kelainan yang dijumpai. Penanganan dilakukan oleh
dokter berdasarkan penyebabnya.
ü Fungsi Hormon Terganggu
Haid terkait erat dengan sistem hormon yang diatur
di otak, tepatnya di kelenjar hipofisa. Sistem hormonal ini akan mengirim
sinyal ke indung telur untuk memproduksi sel telur. Bila sistem pengaturan ini
terganggu, otomatis siklus haid pun akan terganggu.
ü Kelainan Sistemik
Ada ibu yang tubuhnya sangat gemuk atau kurus. Hal
ini bisa memengaruhi siklus haidnya karena sistem metabolisme di dalam tubuhnya
tak bekerja dengan baik. Atau ibu menderita penyakit diabetes, juga akan
memengaruhi sistem metabolisme ibu sehingga siklus haidnya pun tak teratur.
ü Stres
Stres jangan dianggap enteng sebab akan mengganggu sistem metabolisme di dalam tubuh. Bisa saja karena stres, si ibu jadi mudah lelah, berat badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan, sehingga metabolismenya terganggu. Bila metabolisme terganggu, siklus haid pun ikut terganggu.
Stres jangan dianggap enteng sebab akan mengganggu sistem metabolisme di dalam tubuh. Bisa saja karena stres, si ibu jadi mudah lelah, berat badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan, sehingga metabolismenya terganggu. Bila metabolisme terganggu, siklus haid pun ikut terganggu.
ü Kelenjar Gondok
Terganggunya fungsi kelenjar gondok/tiroid juga
bisa menjadi penyebab tak teraturnya siklus haid. Gangguan bisa berupa produksi
kelenjar gondok yang terlalu tinggi (hipertiroid) maupun terlalu rendah
(hipotiroid). Pasalnya, sistem hormonal tubuh ikut terganggu.
ü Hormon Prolaktin Berlebihan
Pada ibu menyusui, produksi hormon prolaktinnya cukup
tinggi. Hormon prolaktin ini sering kali membuat ibu tak kunjung haid karena
memang hormon ini menekan tingkat kesuburan ibu. Pada kasus ini tak masalah,
justru sangat baik untuk memberikan kesempatan pada ibu guna memelihara organ
reproduksinya. Sebaliknya, jika tidak sedang menyusui, hormon prolaktin juga bisa
tinggi, biasanya disebabkan kelainan pada kelenjar hipofisis yang terletak di
dalam kepala.
No comments:
Post a Comment