Wednesday, April 10, 2013

Stratifikasi Kebenaran

Dari pembahasan yanng telah lalu dapat dipahami bahwa terdapat lima dimensi pada manusia yang memiliki potensi untuk mencari, menemukan, dan menerima kebenaran atau ilmu pengetahuan. Kelima dimensi tersebut adalah aljism,al’aql, al-qalb, al-ruh, dan al-fitrah. Dimesi aljism memiliki potensi inderawi; al’aql memiliki petensi pikiran rasional; al-qalb memiliki potensi supra rasional dan perasaaan; al-ruh  memiliki potensi spiritual; dan al-fitrah memiliki potensi beragama.

Dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan hanya dua dimensi yang telah berkembang mencapai puncaknya yaitu dimensi al-jism dan al-‘aql. Sementara tiga dimensi lainnya belum mendapat perhatian yang serius dari dunia ilmu pengetahuan.

Dapat dijelaskan bahwa secar umum manusia memperoleh ilmu pengetahuanmelalui lima cara. Masing-masing pada dasarnya melalui lima potensi manusia, seperti yang dijelaskan diatas.

Pertama, potensi al-jism berupa alat dria (sensoris). Potensi ini beruapa kemampuan untuk melihat, mendengar, mencium, merasa, mengecap, dll. Manusia menggunakan alat dria ini untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Karena akan diproses melaluibantuan akal (rasional) yang menghasilkan ilmu pengetahuan.

Kedua, potensi akal beruapa pemikiran rasional. Potensi ini digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang bersifat rasional, penganut paham ini disebut dengan rasionalisme. Dalam buku Persoalan-persoalan Filsafat dijelaskan bahwa Rasionalisme adalah pandangan yang mengakui bahwa kita mengetahui apa yang kita pikirkan dan bahwa akal memiliki kemampuan untuk menangkap kebenaran dengan diri sendiri, atau pengetahuan itu diperoleh dengan membandingkan ide dengan ide.Dengan demikian kemampuan akal dapat memberikan pengetahuan kepada manusia.

Ketiga, potensi qalb. Dimensi qalb  mempunyai kemampuan rasional da emosional. Menurut Daniel Goleman kecerdasa emosional adalah bagian terpenting dalam jiwa manusia. Karena kecerdasan emosional ini berfungsi agar seseorang mampu mengendalikan emosi dan menahan diri. Dengan menggunakan potensi qalb ini, maka manusia dapat mengetahui hal-hal yang pantas dan layak untuk dilakukan.

Keempat, potensi al-ruh berupa potensi spiritual. Potensi spiritual adalah sifat-sifat Tuhan yang ditanamkan ke dalam diri manusia. Sifat-sifat itu mendorong seseorang untuk mengaktualisasikannya dalam sifat dan tingkah lakunya. Ketika seseorang berada pada keadaan ma’rifatullah maka ia akan memperoleh pengetahuan langsung dari Tuhan. Dengan demikian, sebenarnya telah mengembangkan dimensi al-ruh.

Kelima, potensi fitrah. Dengan potensi ini manusia memperoleh pengetahuan religius. Pengetahuan religius dimaksudkan adalah pengetahuan yang berhubungan dengan keyakinan dan agama, seperti: wahyu, iman, Tuhan, hari akhir,dll. Karena di dalam diri manusia ada dimensi yang berfungsi sebagai sumber kekuatan dan daya dalam diri manusia untuk mengetahui dan mengenal Tuhan dan agama serta tingkah laku yang baik lainnya. Pengetahuan ini bersifat transendental, dimana semua manusia memperolehnya melalui perjanjian primordial tentang keesaan Allah dalam praeksistensi. Dimensi tersebut dalam Islam disebut dengan dimensi fitrah.

 

Hubungan Potensi dengan Kebenaran

No
Potensi
Pengetahuan
Cara Memperoleh
Sifat Kebenaran
1.
Al-jism
Sains
Observasi dan eksperimen
Sensoris
2.
Al-‘aql
Filsafat
Argumentasi logis
Rasional
3.
Al-qalb
Etika,Estetika dll
Latihan empiris
Etika estetika
4.
Al-ruh
Mistik
Latihan spiritual
Spiritual
5.
Al-fitrah
Agama
Iman
Transendental

 
Dalam rangka membangun ilmu-ilmu Islami, Noeng Muhadjir menawarkan suatu sistem kebenaran yang disebutnya denga kebenaran monistik multifaset,yang pada intinya memiliki dua kebenaran, yaitu kebenaran ilahiyah dan kebenaran insaniyah. Kebenaran insaniyah adalah kebenaran yang dibangun oleh akal budi manusia, yang tumbuh dari zaman ke zaman. Sedangkan kebenaran ilahiyah adlah kebenaran yang tertuang dalam nash al-Qur’an dan Hadist.

Ada yang dalam bentuk epistimologi dan aksiologi. Bentuk epistimologinya mencakup kebenaran ilahiyah mencakup yang empirik transendental; artinya untuk menjangkau itu memerlukan penghayatan empirik lewat akal budi dan keimanan manusia. Bentuk aksiologinya mencakup kebenaran ilahiyah integratif mengkoherensikan berbagai kebenaran dimensional menjadi satu yang integratif, bukan yang kontradiktif. Kebenaran sebagai suatu yang integratif monistik mempunyai strata, dimensi, dan karakteristik berupa; deterministik, dan indeterministik.
Sedemikian rupa stratifikasi kebenaran yang diakuin dalam mengembangkan psikologi Islami. Kebenaran tersebut membentang dari kebenaran empirik sensual, empirik logik, empirik etik, dan empirik transendental. Kesemuanya itu merupakan konsekuensi dari rentang potensi manusia untuk memperoleh kebenaran. Masing-masing berpasngan, yaitu aljism berpasangan dengan empirik sensual, al-‘aql berpasangan dengan empirik logik, qalb berpasangan dengan empirik etik, dan ruh dan al-fitrah berpasangan dengan empirik transcendental.

1 comment:

  1. MGM Resorts International and Red Hot Hot Slots - Majestic
    Find the MGM Resorts International and Red 김포 출장샵 Hot Slots locations 서귀포 출장샵 in 용인 출장샵 your 광주광역 출장안마 area and read 수원 출장샵 reviews. MGM Resorts International Las Vegas.

    ReplyDelete

footer